Cengkareng Barat, Jakarta | Bandar Lampung
Layanan Konsultasi Cepat & Profesional

Robohnya Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo, Evakuasi Berlanjut

Ditulis oleh Jaya Purnama • Dipublikasikan 16 September 2026

Robohnya Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo, Evakuasi Berlanjut

Info.suntikbeton.id - Jakarta, robohnya bangunan pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, membuat tim gabungan melanjutkan pencarian dan evakuasi korban. Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Jalan Khr. Abbas I No.18, Buduran, Kecamatan Buduran, runtuh pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi ketika proses pengecoran lantai empat sedang berlangsung. Saat para penghuni melaksanakan salat Asar berjamaah, tiang pondasi diduga tidak mampu menahan beban pengecoran. Akibatnya, bangunan runtuh hingga ke lantai dasar dan menimpa santri serta pekerja yang berada di dalamnya.

Hingga Selasa (30/9) pukul 09.00 WIB, sebanyak 102 jiwa telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 91 orang melakukan evakuasi mandiri, sedangkan 11 orang dievakuasi dengan bantuan tim SAR gabungan. Satu korban dari kelompok yang dievakuasi tim SAR ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tim Gabungan Masih Mencari Korban

Petugas mencatat 77 korban mengalami luka-luka dan telah dibawa ke sejumlah rumah sakit. Sebanyak 34 korban dirawat di RSUD Sidoarjo, 38 korban di RS Siti Hajar, dan 4 korban di RS Delta Surya. Sementara itu, satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi.

Tim gabungan masih mencari 38 orang yang dilaporkan belum ditemukan dan diduga terjebak di bawah reruntuhan. Proses pencarian melibatkan alat berat serta personel dari berbagai unsur penanggulangan bencana dan relawan SAR.

BPBD Kabupaten Sidoarjo memimpin operasi bersama BASARNAS, BPBD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Sidoarjo, serta sejumlah BPBD dari wilayah lain. Unsur yang terlibat antara lain BPBD Kota Surabaya, BPBD Kota Gresik, BPBD Kabupaten Nganjuk, BPBD Kabupaten Mojokerto, dan BPBD Kabupaten Jombang.

Penilaian Struktur Menjadi Fokus Penanganan

Selain mencari korban, petugas melakukan assessment di lokasi kejadian dan memantau kondisi struktur bangunan yang masih tersisa. Langkah tersebut penting untuk menjaga keselamatan tim di lapangan sekaligus menyiapkan jalur evakuasi yang lebih aman.

BNPB menyebut kejadian ini sebagai bencana kegagalan teknologi yang berkaitan dengan konstruksi. Lembaga tersebut mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan konstruksi secara ketat, terutama pada pembangunan atau penambahan lantai bangunan bertingkat.

Pengawasan teknis juga menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pekerjaan. Pemeriksaan terhadap kondisi struktur, kapasitas penyangga, metode pengecoran, dan beban konstruksi perlu dilakukan sebelum pekerjaan berlanjut. Namun, penentuan penyebab teknis secara menyeluruh tetap memerlukan pemeriksaan di lapangan oleh pihak berwenang dan tenaga ahli.

Kaitan dengan Perbaikan dan Perlindungan Struktur

Insiden ini menunjukkan bahwa kondisi struktur bangunan perlu mendapat perhatian sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan. Retak pada beton, penurunan kualitas material, perubahan fungsi bangunan, atau penambahan beban tanpa kajian dapat meningkatkan risiko apabila tidak ditangani secara tepat.

Dalam konteks perawatan bangunan, pekerjaan concrete repair, perlindungan beton, injection concrete, dan perkuatan struktur dapat menjadi bagian dari penanganan sesuai hasil pemeriksaan. Metode seperti grouting system, chemical anchor, atau perkuatan struktur CFRP juga harus dipilih berdasarkan kondisi bangunan dan kebutuhan teknis, bukan diterapkan secara umum.

PT. INTAN PUTRA TEKNIKINDO menyediakan layanan yang berkaitan dengan perbaikan, perlindungan, dan penguatan struktur bangunan. Pemeriksaan kondisi lapangan tetap diperlukan untuk menentukan metode yang sesuai serta memastikan pekerjaan mengikuti standar keselamatan yang berlaku.

Keselamatan Konstruksi Perlu Diperkuat

Operasi pencarian dan evakuasi di Pondok Pesantren Al Khoziny masih berlangsung. Perkembangan penanganan akan mengikuti hasil pencarian tim gabungan di lokasi.

Di luar penanganan darurat, kejadian ini menjadi pengingat bagi pengelola bangunan bertingkat agar tidak mengabaikan pengawasan teknis. Perencanaan yang matang, pelaksanaan sesuai metode kerja, dan pemeriksaan struktur secara berkala merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kegagalan konstruksi.

WhatsApp Telepon ↑
↑